Archive for the ‘Tempat Wisata Di Desa Wonocoyo’ Category

POKMASWAS Goes to Bali

Dalam rangka meningkatkan efektivitas konservasi penyu di Taman Kili-kili, pada tanggal 11 Mei 2013 yang lalu POKMASWAS konservasi penyu Taman Kili-kili desa Wonocoyo diajak untuk study banding dan juga pelatihan Konservasi Penyu di Serangan Bali. Acara pelatihan konservasi penyu ini sudah diprogramkan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Trenggalek sejak awal tahun 2013 yang lalu. Namun baru terealisasi pada bulan Mei ini dikarenakan beberapa agenda di Dinas Kelautan dan Perikanan di tempat lain yang mengakibatkan acara ini mengalami penundaan berkali-kali…

Nampang Dulu di Depan Kantor DKP Sebelum Berangkat3 300x177 POKMASWAS Goes to Bali

Acara pelatihan ini diikuti Tim POKMASWAS Taman Kili-kili yang berjumlah 18 orang ditambah 20 orang dari DKP Kabupaten Trenggalek. Sehingga jumlah semua peserta jauh lebih kecil dari kapasitas BUS Pariwisata Executive untuk 54 penumpang… Tempat duduknya sangat Longgar sekali… Acara ini sungguh luar biasa bagi POKMASWAS Taman Kili-kili sebagai sarana silaturrahim dan juga sebagai sarana belajar dengan tim konservasi Penyu yang ada di Serangan Bali.

drh. Wijaya team Konservasi Penyu Serangan Bali 200x300 POKMASWAS Goes to Bali

Di tempat Konservasi Serangan Bali 300x200 POKMASWAS Goes to Bali

Pokmaswas diTeluk Benoa  203x300 POKMASWAS Goes to Bali

Sebelum bercerita pengalaman dan hasil pelatihan yang POKMASWAS ikuti selama di Bali, pada kesempatan ini pula kami sampaikan rasa terimakasih yang setulusnya kepada Dinas Kelautan dan Perikanan kabupaten Trenggalek yang sudah menunjuk kami (POKMASWAS Taman Kili-kili) untuk mengikuti acara pelatihan ini. Pokoknya seneng banget… Sudah ngga bayar, dapet uang saku lagi….

Penyerahan Cindera Mata dari Pokmaswas Kili kili  300x200 POKMASWAS Goes to Bali

Mudah-mudahan acara ini bukanlah sekedar acara jalan-jalan yang hanya menghabiskan anggaran dan tanpa follow up seperti yang banyak dilakukan oleh anggota dewan kita saat ini. Tindak lanjut dan beberapa pembenahan akan kita lakukan untuk Konservasi Penyu di Taman Kili-kili ke depan yang lebih baik..

Perjalanan Ke Teluk Benoa 300x200 POKMASWAS Goes to Bali

Banyak sekali pengalaman selama di Bali. Acara lain diluar pelatihan juga sangat luar biasa.. semua akan kami tulis pada postingan berikutnya… hehe…  ketemu dengan Susno DuaJi dan juga SBY dipantai kutha…

 

Incoming search terms:

taman penyu di bali

Konservasi Penyu Taman Kili-kili

Konservasi penyu

Wonocoyo adalah desa yang terletak di Kecamatan Panggul Kabupaten Trenggalek Jawa Timur. Berjarak 54 km sebelah barat daya Ibu Kota Trenggalek dan 0 km dari Kota Kecamatan Panggul dengan luas wilayah  678,941 Ha terdiri dari dataran seluas  370,941 Ha dan Perbukitan 308,000 Ha. Ketinggian wilayahnya dari laut berkisar  0 – 100   m. CARETA 2 225x300 Konservasi Penyu Taman Kili kili

Sebelah Selatan berbatasan dengan Samudra Indonesia ; dengan pantainya yang membentang dari barat hingga ke timur wilayah desa Wonocoyo. Bentangan pantai itu kemudian dikenal sebagai Taman Kili-Kili.

CARETA 1 300x225 Konservasi Penyu Taman Kili kili Tak jelas. Entah kenapa tempat itu diberi nama Taman Kili-Kili. Yang jelas di pantai  yang di sepanjang tepinya ditumbuhi pohon Pandan inilah pada sekitaran bulan Mei  sampai dengan Agustus warga masyarakat desa Wonocoyo yang tinggal tidak jauh dari pantai yakni masyarakat Dusun Bendogolor sering menemukan Penyu laut  yang bertelur di tempat itu. Penduduk setempat menyebutnya “Pasiran”.

 Penyu laut (Pasiran) yang sering ditemukan di Taman Kili-Kili selama ini ada empat  (4) jenis. Diantaranya penyu hijau atau dikenal dengan nama green turtle (Chelonia mydas), penyu sisik atau dikenal dengan nama Hawksbill turtle (Eretmochelys imbricata), Penyu Abu-Abu/Lekang (Lepidochelys olivachea)  danpenyu belimbing atau dikenal dengan nama Leatherback turtle (Dermochelys olivacea).

DKP Trenggalek Foto bareng Pokmaswas 300x225 Konservasi Penyu Taman Kili kili Dari  keempat  jenis itu, Penyu Belimbing adalah penyu terbesar  yang  pernah mereka temukan.  Dengan ukuransekitar  dua (2) meter dengan berat kurang lebih 700 – 800 kg. Karena kurangnya pemahaman bahwa Penyu laut termasuk hewan yang dilindungi maka sering kali yang dilakukan masyarakat ketika menjumpai Penyu laut bertelur adalah mengambil telur-telurnya untuk dijual atau dikonsumsi sendiri. Setiap tahunnya menurut pengakuan mereka tidak kurang dari 40 sarang telur Penyu yang ditemukan dan diambil. Rata-rata setiap sarangnya tidak kurang dari seratus butir telur.

CIMG1371 Konservasi Penyu Taman Kili kili

Namun setelah melalui penyuluhan dan sosialisasi yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Wonocoyo bersama BPD (Badan Permusyawaratan Desa) kepada masyarakat Bendogolor dan beberapa Tokoh Masyarakat yang sekaligus ditindaklanjuti dengan penyusunan Peraturan Desa (Perdes)  tentang Konservasi Penyu.

Reporter TVone  300x225 Konservasi Penyu Taman Kili kili

 

Kegiatan tersebut di atas dilakukan oleh Pemerintahan Desa Wonocoyo setelah mengikuti Workshop Konservasi Penyu yang diadakan oleh Departemen Perikanan dan Kelautan Pusat, Propinsi dan Kabupaten yang bertempat di Hotel Hayam Wuruk Trenggalek selama dua hari yaitu tanggal 18 sampai dengan 19 Mei 2011.

Dalam sosialisasi yang dilakukan oleh Pemerintahan Desa Wonocoyo terhadap masyarakat Bendogolor pada tanggal 21 Mei 2011 terungkap bahwa Indonesia adalah rumah bagi enam dari tujuh spesies penyu di dunia, karena memberikan tempat yang penting untuk bersarang dan mencari makan, disamping merupakan rute perpindahan yang penting di persimpangan Samudera Pasifik dan Hindia.

Tukik Yang Cantik 300x225 Konservasi Penyu Taman Kili kili

Namun, populasi enam spesies penyu laut tercantum sebagai yang rentan, terancam, atau sangat terancam menurut IUCN Red List of Threatened Species (Daftar Merah Spesies Yang Terancam Menurut IUCN). Ancaman utama yang dihadapi oleh penyu laut mencakup hancurnya habitat dan tempat bersarang, penangkapan, perdagangan ilegal dan eksploitasi yang membahayakan lingkungan.

Mendasar pada pemahaman  bahwa :

  1. Penyu adalah spesies yang terancam punah menurut IUCN (International Union for Conservation of Nature and Natural Resources) dan harus dilindungi;
  2. Indonesia adalah bagian dari dunia;
  3. Indonesia adalah Negara anggota IUCN;
  4. Penyu disebut sebagai hewan Purba yang masih bertahan sampai saat ini dan memiliki peran penting dalam penyeimbang habitat laut;
  5. Menjaga alam beserta isinya adalah bentuk syukur atas karunia Tuhan;

Maka tidak ada alasan bagi Desa Wonocoyo untuk tidak turut serta mengamankan Penyu. Oleh karenanya, Desa yang berada di tepian pantai selatan pulau Jawa itu segera menindaklanjuti dengan membentuk Kelompok Masyarakat Pengawas (POKMASWAS) Penyu dari ancaman kepunahan.

telur Konservasi Penyu Taman Kili kili CIMG1391 Konservasi Penyu Taman Kili kili

Pokmaswas yang dibentuk oleh masyarakat peduli penyu yang saat ini telah disahkan oleh Pemerintah Desa Wonocoyo, sampai saat ini belum mampu melaksanakan kegiatan konservasi secara maksimal dikarenakan :

  1. Belum memiliki keahlian/keterampilan dalam hal konservasi penyu, hingga konservasi yang dilakukan hanya berdasar pada pemahamannya sendiri;
  2. Terhambat pendanaan karena hanya berasal dari sumbangan masyarakat peduli, Pemerintah desa, dan DKP Trenggalek yang jumlahnya relative kecil;
  3. Sarana prasarana yang digunakan selama ini relative minim karena hanya  berasal dari swadaya Pokmaswas itu sendiri;

anak penyu  300x225 Konservasi Penyu Taman Kili kili

KEGIATAN KELOMPOK MASYARAKAT PENGAWAS (POKMASWAS)

Pokmaswas Penyu Taman Kili-Kili dibentuk oleh Kepala Desa Wonocoyo dengan Surat Keputusan Kepala Desa Wonocoyo nomor 141/05/406.102.07/2011 tentang Pembentukan Kelompok Masyarakat Pengawas Penyu Taman Kili-Kili Desa Wonocoyo Kecamatan Panggul Kabupaten Trenggalek  pada tanggal 02 Juni 2011. Dengan beranggotakan 11 (sebelas orang) yakni sebagai berikut :

NO NAMA JABATAN
1 ARI GUNAWAN KETUA
2 EKO MARGONO SEKRETARIS
3 PUJI WIYOKO BENDAHARA
4 SARDI ANGGOTA
5 SUGIMIN ANGGOTA
6 SURADI ANGGOTA
7 SUROTO ANGGOTA
8 SUGITO ANGGOTA
9 SUMAJI ANGGOTA
10 BOYADI ANGGOTA
11 SATRIYO DWI ANTORO DOKUMENTASI

Sejak terbentuk banyak sudah  kegiatan yang telah dilakukan oleh Pokmaswas Penyu Taman Kili-Kili guna mengawasi, melindungi dan melestarikan penyu yang bertelur di Pantai Taman Kili-Kili. Diantaranya :

  1. Melaksanakan pengawasan dan penjagaan pantai Taman Kili-Kili.
  2. Mengawal induk penyu yang selesai bertelur hingga masuk ke perairan laut lagi.
  3. Memindahkan telur-telur penyu ke lokasi konservasi
  4. Menjaga lokasi konservasi secara bergilir baik siang maupun malam
  5. Menampung dan memelihara Tukik (Anak Penyu) yang baru menetas hingga kondisinya memungkinkan untuk dilepas kembali ke laut.
  6. Melepas Tukik (Anak Penyu). Hal ini biasanya dilakukan oleh seluruh anggota Pokmaswas, Kepala desa,

Incoming search terms:

taman kili kili,pelestarian penyu olehmasyarakat,pelestarian penyu belimbing,masyarakat ikut pelihara tukik,luas area konservasi penyu di taman kili-kili,konservasi tukik penyu trenggalek,konservasi penyu taman kili,konservasi penyu panggul trenggalek,kelompok masyarakat pengawas penyu,kelompok konservasi penyu,format sk kelompok masyarakat pengawas,cusi kurniawati,ancaman lepidochelys olivacea